Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat ini menjadi langkah pemerintah guna memutus penyebaran Virus Corona Disease 2019 (Covid-19).

Adapun pengertian dari PSBB itu sendiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan (UU Kekarantinaan Kesehatan) adalah sebagai berikut:

Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.[1]

PSBB tersebut merupakan bagian dari respons kedaruratan kesehatan masyarakat dan bertujuan mencegah meluasnya penyebaran penyakit kesehatan masyarakat yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah tertentu.

PSBB yang dimaksud tersebut paling sedikit meliputi:[2]

  1. Peliburan sekolah dan tempat kerja
  2. Pembatasan kegiatan keagamaan
  3. Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

Adapun contoh penerapan PSBB yang masih diperbolehkan dan dibatasi di daerah Surabaya berdasarkan Peraturan Wali Kota Surabaya No. 16 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagai berikut:[3]

A. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah, di industri dalam rangka magang, Praktek Kerja Lapangan atau kegiatan lainnya atau di institusi pendidikan lainnya

Yang dibatasi:

Aktivitas pembelajaran diubah dengan pembelajaran dirumah/tempat tinggal masing-masing.

Yang diperbolehkan:

Pembelajaran sekolah atau perkuliahan dengan cara melalui virtual

B. Aktivitas bekerja di tempat kerja

Yang dibatasi:

  1. Aktivitas bekerja di tempat kerja/kantor diganti dengan bekerja di rumah/tempat tinggal
  2. Beberapa aktivitas yang mengharuskan bekerja di tempat kerja/kantor wajib melaksanakan penerapan protokol pencegahan Covid-19 diantaranya menggunakan masker, mencuci tangan dengan air mengalir, menggunakan hand sanitizer dan melakukan penyemprotan disenfektan.
  3. Terhadap kegiatan penyediaan makanan dan minuman penanggung jawab restoran/rumah makan/cafe/warung wajib membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang secara langsung (take away), melalui pesanan secara daring, atau fasilitas layanan antar

Yang diperbolehkan:

Aktivitas bekerja dalam lingkungan:

  1. Seluruh kantor/instansi pemerintah pusan dan daerah
  2. Badan usaha milik negara/daerah yang turut serta dalam penanganan Covid-19
  3. Pelaku usaha dalam sektor kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, indsutri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu serta kebutuhan sehari-hari
  4. Organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak pada sektor kebencanaan atau sosial

C. Kegiatan keagamaan di rumah ibadah

Yang dibatasi:

Penghentian sementara kegiatan di rumah ibadah

Yang diperbolehkan:

  1. Kegiatan keagamaan dilakukan dirumah masing-masing dan pembimbing/guru agama dapat melakukan kegiatan pembinaan keagamaan secara virtual
  2. Penanda waktu ibadah seperi azan, lonceng, atau penanda waktu lainnya dilaksanakan seperti biasa

D. Kegiatan di tempat atau fasilitas umum

Yang dibatasi:

  1. Mewajibkan pembeli menggunakan masker
  2. Menerapkan pembatasan jarak antar sesama konsumen (physical distancing) paling sedikit rentang 1 meter
  3. Menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai dan mudah diakses

Yang diperbolehkan:

Fasilitas umum yang dapat beroperasi adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok atau kebutuhan sehari-hari serta fasilitas untuk melakukan kegiatan olahraga secara mandiri

E. Kegiatan sosial dan budaya

Yang dibatasi:

  1. Penghentian sementara atas kegiatan sosial dan budaya yang menimbulkan kerumunan orang
  2. Untuk kegiatan yang diperbolehkan wajib menerapkan protokol pencegahan covid-19 diantaranya dilakukan di pelayanan kesehatan, dihadiri oleh keluarga inti saja, meniadakan acara perayaan yang menimbulkan kerumunan orang, menggunakan masker, mencuci tangan dengan air mengalir, menggunakan hand sanitizer dan menerapkan physical distancing dengan jarak minimal 1 meter

Yang diperbolehkan:

Kegiatan sosial yang masih dapat dilaksanakan adalah khitanan, pernikahan, dan pemakaman yang tidak diakibatkan Covid-19

F. Pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.

Yang dibatasi:

  1. Kegiatan berkendara hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok, kegiatan terkait aspek pertahanan dan keamanan dan kegiatan yang diperbolehkan selama PSBB
  2. Angkutan wajib membatasi 50% dari kapasitas angkutan
  3. Rutin melakukan penyemprotan disenfektan pada moda transportasi
  4. Melakukan deteksi dan pemantauan suhu tubuh petugas dan penumpang yang memasuki moda transportasi
  5. Menggunakan masker, hand sanitizer dan menerapkan physical distancing dengan jarak minimal 1 meter
  6. Angkutan roda dua dibatasi hanya untuk pengangkutan barang

Yang diperbolehkan:

Berkendara menggunakan kendaraan pribadi, angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum dan angkutan perkeretaapian

Adapun penerapan sanksi dalam PSBB tersebut diantaranya adalah:

  1. Teguran lisan
  2. Teguran tertulis
  3. Tindakan pemerintahan yang bertujuan menghentikan Pelanggaran atau pemulihan
  4. Pencabutan izin sesuai dengan kewenangannya.

Sebagai warga negara yang baik hendaknya dalam memerangi Covid-19 secara bersamaan maka sebaiknya kita mentaati peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah di dalam menanggulangi Covid-19.

#StayHome #WorkFromHome #SocialDistancing

[1] Pasal 1 angka 11 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan

[2] Pasal 59 UU Kekarantinaan Kesehatan

[3] Peraturan Wali Kota Surabaya No. 16 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kota Surabaya